Mau lihat istana Versailles? yuk ikuti tur interaktif 3D-nya

Dulu, di saat perjalanan ke luar negeri masih sangat mahal, anda tentu membayangkan bagaimana rasanya berada di sana. Jika anda ingin ke Versailles, tentu banyak dari Anda akan berpikir untuk mengunjungi tempat tersebut dengan pesawat. Untunglah sekarang sudah ada tur interaktif yang dapat membawa Anda ke Versailles dari gadget anda.

Google telah menciptakan tur interaktif ke Istana Versailles dalam bentuk 3 Dimensi yang yang memanfaatkan WebGL untuk memandu pengguna untuk mengelilingi bagian-bagian yang menjadi ikon Istana Perancis. Percobaan Chrome ini, berjudul “Chaos to Perfection” yang  membawa sejarah ke dalam era digital, membantu untuk mengajarkan dan melibatkan pengguna.

Anda dapat menikmati  tur secara keseluruhan pada satu kesempatan atau dipecah ke lokasi-lokasi kunci di mana Anda dapat kemudian memeriksa Google model 3D. Disini, anda dapat menjelajahi Grand Canal, Hall of Mirror, Orangerie, Colonnage grove dan banyak tempat-tempat lain. Ketika menikmati pemandangan Versailles, anda akan diiringi dengan alunan lagu Love Like a Sunset dari  band Prancis, Phoenix.

Dengan model skala 3D, musik, dan video, Google Versailles 3D membawa yang terbaik dari seni web abad ke-21 untuk sejarah seni abad 18. Istana ini dibangun oleh Raja Louis XIV, yang mendapat julukan "Raja Matahari", yang dicontohkan semua ekses otoriter monarki Perancis. Dia termasuk pelindung seni seperti karya-karya Moliere, Racine dan pelukis seperti Charles le Brun.

Warisan arsitekturnya yaitu istana Versailles atau Château de Versailles. Ketika château dibangun, Versailles merupakan pedesaan. Kini, Versailles adalah suburban Paris. Istana ini telah masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1979

Jika Anda mengunjungi situs resmi Versailles official chateau de Versailles website, situs ini telah memiliki tayangan slide dari galeri, butik, dan beberapa fitur interaktif bersejarah. Namun, Google, seperti biasa, ingin memenangkan kompetisi ini, melalui kerjasama dengan kurator Versailles, Google Cultural Institute telah menciptakan multimedia yang hampir dapat menggantikan suasana tamasya nyata ke lokasi yang menjadi simbol kuno rezim Perancis itu.

(***)

Image: labs.swisscom.ch